Senin, 05 Juli 2010

Bergaya dengan Kain Pantai

Bookmark and Share


Ketika berlibur di pantai, Anda mungkin mengenakan pakaian renang one-piece atau bikini untuk berenang, surfing, atau sekadar bermain air. Seusai bermain air, tetapi Anda masih ingin nongkrong di sekitar pantai, bagaimana cara agar penampilan Anda tidak terlihat terlalu terbuka?

Mengenakan sarung pantai adalah salah satunya. Bahkan, bila Anda tahu bagaimana mengenakannya, Anda bisa mengubah sarung ini menjadi baju terusan yang aman dipakai untuk nongkrong di warung-warung atau kafe di pinggir pantai.

Lisa Letarte Cabrinha, desainer pakaian renang Letarte, berbagi cara yang unik tetapi simpel untuk mengenakan sarung.

Gaun halter
1. Pertama, pegang dua ujung bagian yang panjang dari sarung, lalu ikat kedua ujung itu di belakang leher Anda. Ingat, jangan terlalu ketat mengikatnya. Kain itu akan tampak tersampir seperti penutup leher.
2. Peganglah pinggiran sarung di bawah pinggang, ambil bagian sarung sekitar 5 cm, lalu lilitkan ke sekeliling tubuh Anda.
3. Lipat kedua pinggiran kain sehingga membungkus pinggul Anda, lalu buat simpul dari kedua ujung tersebut.

Gaun dengan pengikat
1. Pegang dua ujung bagian yang panjang pada sarung, bungkuskan sarung di belakang punggung Anda secara horizontal (mendatar).
2. Pindahkan pegangan Anda sepanjang tepi sarung, sekitar 30 cm di depan dada, lalu ikat kedua tepiannya menjadi simpul di bagian dada. Hal ini akan membuat sisa kain menjuntai ke bawah.

Gaun berjubah
1. Pegang dua ujung bagian yang panjang dari sarung, lalu bungkus ke belakang punggung Anda secara horizontal.
2. Bungkus satu sudut ke sekeliling tubuh Anda, lalu selipkan di bawah lengan yang berlawanan. Tarik ujungnya melewati bagian belakang pundak.
3. Pegang ujung tersebut dengan satu tangan, lalu tarik ujung yang lain di depan pundak. Ikat kedua ujung tersebut menjadi simpul pada pundak. Biarkan sisa kain menggantung di depan lengan.

Gaun bertumpuk
1. Pegang dua ujung bagian yang panjang dari sarung, lalu lilitkan sarung di belakang punggung Anda secara horizontal.
2. Ambil satu ujung melintasi tubuh Anda ke pundak yang berlawanan.
3. Bungkuskan ujung lainnya di bawah dada ke sekeliling punggung, lalu ke pundak lainnya yang berlawanan.
4. Ikat kedua ujungnya di pundak.

Minggu, 09 Mei 2010

Gambar Kebaya Adat Jawa

Kecantikan pengantin Jawa Solo adalah suatu bentuk karya budaya yang penuh makna dan filosofi tinggi. Tradisi busana ini terinspirasi dari busana para bangsawan dan raja keraton Kasunanan Surakarta dan Istana Mangkunegaran, Jawa Tengah. Ada dua gaya busana pengantin Jawa Solo, busana pengantin Solo Putri dan busana pengantin Solo Basahan. Kali ini akan dibahas terlebih dahulu busana pengantin putri solo

Pengantin Perempuan
Pada busana pengantin Solo Putri, untuk pengantin perempuan terdiri dari kebaya di bagian atas dan kain batik di bagian bawah. Di bagian atas, pengantin menggunakan kebaya yang terbuat dari beludru berwarna hitam, hijau, biru, merah, ungu atau coklat. Bahan beludru menambah kesan glamor dan elegan bagi sang pengantin. Kebaya yang digunakan adalah kebaya panjang hingga lutut pengantin dan pada bagian depan memakai Bef atau Kutu Baru. Pada Kutu Baru dipasang bros renteng atau susun tiga sehingga terlihat indah.

Pada bagian bawah, menggunakan kain batik dengan motif khusus yaitu Sido Mukti, Sido Mulyo, dan Sido Asih, serta diwiru (lipatan pada bagian depan kain) berkisar 9, 11 atau 13 jumlahnya. Saat pengantin berjalan, wiru akan melambai
seperti ekor burung merak. Sebagai pelengkap busana, selop yang terbuat dari bahan beludru dengan warna senada dengan kebaya pengantin akan membuat penampilan pengantin semakin sempurna.

Pengantin Pria
Untuk busana pengantin Solo Putri, pengantin pria mengenakan Beskap Langen Harjan, kemeja berkerah dan bermanset yang dipadu dengan batin bermotif sama dengan pengantin wanita yaitu Sido Mukti, Sido Mulyo atau Sido Asih.

Perhiasan yang dikenakan pengantin pria berupa bros yang dipakai pada kerah dada sebelah kiri, dan memakai kalung Karset atau Kalung Ulur dengan bros kecil di bagian tengah yang disebut Singetan. Ujung karset ditarik ke kiri dan diselipkan pada saku beskap sebelah kiri. Di bagian pinggang, terdapat sabuk dan
Boro yang terbuat dari bahan cinde

Sebagai perlambang kegagahan, pengantin pria mengenakan keris berbentuk Ladrang dan diberi Bunga Kolong Keris. Keris Ladrang diberi ukiran di tangkai yang disebut Pendok dan diberi perhiasan berbentuk lngkaran bulat seperti cincin yang disebut Selut dan Mendak. Keris ini diselipkan di bagian belakang sabuk.


Bookmark and Share